Allah, aku selalu yakin bahwa pertolonganmu akan selalu indah

Assalamualaikum Wr. Wb
Disiniii,  saya mau sedikit berbagi kisah sama pembaca sekalian.  
Dengan judul tersebut.  
Oke, cekidot.. 

Diawali dengan deskripsi poto tersebut,  jadi poto itu diambil ketika kelas 3 Madrasah Aliyah.  Didalam poto itu adalah rentetan akhwat tangguh dan sahabat super dari kelas ipa 3 , wkwk.  Setelah poto itu diambil gak lama menjelang Ujian Nasional atau Ujian laiinyya.  Bagi saya,  masa Aliyah adalah masa yang banyak kenangan., masa yang sulit untuk dilupakan,  hehe .
Jadi gini,  setelah UN dan UAMBN selesai,  kita semua sibuk mencari info untuk meniti kehidupan selanjutnya.  Apakah itu?  
Ya!  Dunia kampus.  Dunia yang sebagian orang beranggapan bahwa itu adalah dunia yang kita dilatih untuk menjadi dewasa dan bisa menyelesaikan masalah dengan cermat.  
*Tapi hanya kitalah yang bisa menentukan pembentukan karakter pada diri kita. *
Setelah kelulusan.... 
Oke,  jadi masa ini adalah masa yang berada diposisi menunggu.  Kenapa?  Karena pada masa ini kita menunggu hasil kelulusan universitas yang akan kita dapatkan nantinya.  
Supaya lebih nyambung baca blog ini,  baca blog saya sebelumnya ya..Hehe tentang 2 judul,  oke?  
Baik,  kita lanjutkan ceritanya langsung ya..  
Setelah ketidaklulusan semua kampus yang saya ikuti test nya pasca lulus sekolah,  saya memutuskan untuk mengikuti dauroh tahfidz dan bahasa arab 1 tahun sambil menunggu untuk test selanjutnya.  
Di setiap perjalanan yang saya rasakan,  Allah selalu memberikan kemudahan dalam perjalanan berkelana ini.  
Kisah ini bermula ketika.....  
Saya berencana ikut daurah di tempat ust.  Adi hidayat bersama sahabat saya,  Qadarullah info yang saya dapatkan dari sosial media tidak sesuai dengan kenyataan. Kalau kata bahasa kerennya mah ekspetasi tidak sesuai realita.  Wkwkw 
Nah,  disitu ada perasaan sedih campur haru.  Karena knapa?  Sebelumnya saya udah mengundurkan diri / keluar dari tempat yang nyaman banget.  Disisi lain juga saya udah berpamitan bersama orangtua dikampung sembari membawa baju yang jumlahnya tak sedikit dari kampung,  ketika saya bersama sahabat saya datang di tempat ternyata kesedihan lah yang kami dapatkan,  karena info daurah itu akan berlangsung bulan depannya itupun gak tau pasti hari dan tanggalanya.  
Tetapi berhubung perjalanan kami itu akhir bulan, jadi kami berencana untuk menunggu waktu kepastian tersebut sambil mencari kost/ kontrakan yang bisa kami tinggali untuk beberapa waktu kedepan. 
Selama perjalanan.... 
Kami mencari kost disekitaran Bekasi ini tidak terlalu mudah,  memang banyak kost yang berjejeran disetiap langkah perjalanan kami tersebut,  tapi kendala ekonomi kamilah yang memaksakan kami untuk terus mencari kost yang murah dan nyaman dihuni,  tapi hasilnya nihil 
 Sampai Matahari pun siap untuk meninggalkan cahayanya.  
Akhirnya,  kami memutuskan untuk pulang ke rumah saudara yang kebetulan tinggal di daerah Jakarta timur.  
Kami pun ( bapa tercinta,  saya,  dan sahabat saya hikmah)  memesan grab untuk menuju stasiun Bekasi. 
Kami mesan grab 3× tapi supir grab nya gak ada satupun yang menerima,  kebutulan kami memesan di waktu penumpang ramai,  hehe yaitu menjelang maghrib,. Tau sendiri kan kalian kehidupan kota bagaimana?  Ditambah lagi itu adalah waktu puncaknya orang pulang kerja.  
Dan sampai akhirnya...  Pesanan grab kami yang ke 4 pun akhirnya diterima.  
Selama diperjalanan... 
TG : dari mana pa,  mba??  
Kami : dari Banten pa,  kampung.  Heheh
TG : ada acara apa ke sini?  
Kami : mau ikut daurah ust.  Adi pa 
TG : wah masyaallah,  sya seneng ke ustad tersebut , terus nanti tinggalnya dmana de?  ( menunjuk saya dan hikmah)  
N: justru itu paa kami dari tadi mencari tempat yang bisa kami tinggali,  tapi gak dapet.  Ada sih pa tapi mahal banget dan kami gak sanggup membayarnya,  hehe
H: iya paa betul,  hehehe
TG: masyaallah saya terharu dengernya,  jadi kalian dari pagi sampe sekarang nyari nyari tempat tinggal. ? 
N&H : mengangguk ( tanda setuju)  hehe
TG : kebetulan de,  kami satu keluarga dirumah dan ada satu kamar dilantai dua,  nanti sya konfirmasi ke istri dulu ya setuju apa gak nerima kalian,  nanti saya infokan ke No WA kamu ya ( sembari menunjuk saya)  besok atau lusa
Lusa pun bapa itu mengabarikami,  dan akhirnya kami berangkatlah ketempat bapa tersebut sesuai alamat yang diberikan via Wa 
N : oke paa..  
Ket : 
* TG: tukang grab 
* N : saya (Nida) 
* H: hikmah 
Seketika itu kamii menangis bersama didalam mobil grab,  sembari merenung " yaallah, perjuangan kami tadi gak seberapa , tapi engkau memberikan pertolongan itu dengan begitu mudahnya " 

Kira kira apa hikmah yang bisa diambil dari kisah ini??  
Boleh di komentar yaa.  😁
Tapi kalau hikmah yang saya dapatkan  : Allah akan selalu ada bersama hambanya kapanpun,  dimanapun dalam kondisi apapun.  
Sebagaimana di hadist Arba'in No 19 
Potongan hadist nya..  " ingatlah Allah diwaktu senang,  niscaya Allah akan mengingatmu diwaktu sempit 
--- kisah inii masih panjang,  dan masih ada keajaiban yang Allah berikan lainnya selama kami berkelana 1 tahun sebelum menuju kampus sekarang..  😂
#part 1 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan hidup

Merenung dan berfikir

Miris